EKMA4111 Pengantar Bisnis PDF

Title EKMA4111 Pengantar Bisnis
Author Handika Setyawan
Pages 71
File Size 4.2 MB
File Type PDF
Total Downloads 713
Total Views 987

Summary

Modul 2 Bentuk-bentuk Badan Usaha, Proses Manajemen, dan Kewirausahaan Rifelly Dewi Astuti, S.E., M.M. PE N D A HU L UA N M odul 2 ini terdiri dari 3 kegiatan belajar. Kegiatan Belajar 1 membahas tentang bentuk-bentuk organisasi dan kerja sama bisnis, mulai dari perusahaan perseorangan, perkongsian,...


Description

Accelerat ing t he world's research.

EKMA4111 Pengantar Bisnis Handika Setyawan

Related papers

Download a PDF Pack of t he best relat ed papers 

Hak Cipt a dan Hak Penerbit an dilindungi Undang-undang ada pada Faradiba Berliana

0206101235BUKU 4 MODUL 3 MANAJEMEN USAHA KECIL ALhai Al Faruq ST UDI KELAYAKAN BISNIS Rifkhan Han

!

odul 2 ini terdiri dari 3 kegiatan belajar. Kegiatan Belajar 1 membahas tentang bentuk-bentuk organisasi dan kerja sama bisnis, mulai dari perusahaan perseorangan, perkongsian, perseroan terbatas, serta badan usaha lainnya, seperti BUMN, Perjan, Perum, Koperasi, dan organisasi nirlaba. Dibahas pula aspek lain dari kerja sama bisnis, seperti perusahaan multinasional, joint venture, akuisisi atau pengambilalihan, employee stock ownership plan (ESOP), nasionalisasi, privatisasi, investasi langsung, franchising, dan pemberian lisensi Pada Kegiatan Belajar 2, akan membahas mengenai pengelolaan organisasi bisnis, antara lain penetapan tujuan serta perumusan strategi perusahaan, dan proses manajemen. Sementara itu, Kegiatan Belajar 3 akan membahas tentang kewirausahaan, meliputi pengertian usaha kecil dan bentuk-bentuk usaha kecil yang populer. Setelah mempelajari dan menyelesaikan modul ini secara umum diharapkan Anda dapat menjelaskan bentuk-bentuk badan usaha, proses manajemen dan kewirausahaan dengan baik. Sedangkan secara khusus setelah mempelajari modul ini Anda diharapkan mampu: 1. menjelaskan bentuk-bentuk badan usaha, meliputi perusahaan perseorangan, perusahaan perkongsian, dan perusahaan perseroan terbatas beserta ciri, kelebihan dan kekurangannya; 2. menjelaskan bentuk-bentuk badan usaha lainnya, meliputi badan usaha milik negara, koperasi dan organisasi nonprofit beserta ciri, kelebihan dan kekurangannya;

""

3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16.

menjelaskan kerja sama bisnis dan ekspansi bisnis yang dapat dilakukan sebagai bentuk pengembangan organisasi; menjelaskan maksud penetapan tujuan dan penyusunan strategi perusahaan, serta melakukan; menyebutkan proses manajemen yang terdiri dari aktivitas perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan; menyebutkan tingkatan manajer secara umum; menyebutkan lingkup manajemen di berbagai bidang termasuk sumber daya manusia (SDM), operasi, pemasaran, informasi, dan keuangan; menyebutkan keahlian manajer yang efektif dalam mengembangkan beberapa keahlian dan keterampilan; menyebutkan konsep-konsep kewirausahaan dari beberapa pakar ekonomi; menyebutkan beberapa pengertian tentang kewirausahaan dan wirausaha; menjelaskan karakteristik, sifat dan integritas seorang wirausaha; menyebutkan karakteristik dari kerangka berpikir kewirausahaan dan faktor-faktor motivasi seseorang menjadi wirausaha; menyebutkan pengertian Usaha Kecil (UK) serta hubungannya dengan kewirausahaan; menyebutkan bentuk-bentuk usaha kecil yang populer; menyebutkan beberapa alasan keberhasilan dan kegagalan UK; menjelaskan perencanaan strategis bagi wirausaha.

"#

$ % etika Anda ingin memulai suatu bisnis atau mempelajari bisnis lebih lanjut maka Anda perlu memahami bentuk-bentuk organisasi dan kerja sama bisnis yang ada saat ini. Anda perlu mengetahui apa saja bentuk usaha yang dijalankan di dalam dunia bisnis serta kelebihan dan kekurangannya. Pengetahuan dan pemahaman yang cukup mengenai hal tersebut akan menambah kemampuan Anda dalam pengambilan keputusan nantinya. A. BENTUK-BENTUK BADAN USAHA Bentuk-bentuk badan usaha dapat dibedakan menjadi beberapa, antara lain Perusahaan Perseorangan, Perusahaan Perkongsian, dan Perusahaan Perseroan Terbatas. 1.

Perusahaan Perseorangan Secara definisi, yang dimaksudkan dengan perusahaan perseorangan adalah perusahaan yang dimiliki satu individu. Akan tetapi, dalam praktiknya badan usaha ini kerap kali merupakan perusahaan keluarga, yaitu perusahaan yang menggunakan seluruh atau sebagian anggota keluarga untuk menjalankannya. Walaupun terkesan sederhana, namun perusahaan perseorangan banyak digunakan di Indonesia dan memiliki omset yang cukup besar hingga puluhan miliar per tahun, misalnya perusahaan-perusahaan dagang yang memproduksi beras dan gula. a.

Kelebihan perusahaan perseorangan Bentuk badan usaha yang sederhana ini mempunyai kelebihan sebagai berikut. 1) Mudah didirikan. Setiap orang dapat mengembangkan usaha milik perorangan. Sering kali usaha ini tidak perlu mendapat izin dari lembaga pemerintah untuk menjalankannya. 2) Modal memulai usaha kecil. Perusahaan perseorangan cenderung merupakan perusahaan kecil yang didirikan dengan menggunakan modal

"&

sendiri atau mengikutsertakan anggota keluarganya dan modal yang digunakan adalah tabungan. 3) Pengelolaannya fleksibel dan bebas. Manajemen perusahaan sangat bebas, yaitu pemilik perusahaan dapat menentukan sendiri jam kerjanya dan dapat membuat keputusan mengenai apa yang harus dia lakukan. 4) Kerahasiaan usaha terjamin. Sebagai perusahaan yang dijalankan sendiri, seluk-beluk kegiatan usaha dapat dirahasiakan dan tidak perlu diketahui oleh orang lain. Ketiadaan pemilik lain membuat pemilik usaha tidak perlu membuat laporan mengenai kegiatan yang dia lakukan. b.

Kelemahan perusahaan perseorangan Adapun kelemahan dari badan usaha yang berbentuk perusahaan perseorangan adalah sebagai berikut. 1) Pertanggungjawaban tidak terbatas. Apabila perusahaan memiliki kewajiban membayar utang maka tanggung jawab ini secara otomatis akan menjadi tanggung jawab pemilik perusahaan. 2) Modal terbatas. Oleh karena modal umumnya berasal dari tabungan pemilik maka modal jadi sangat terbatas dan ini akan mengurangi peluang perusahaan untuk menghasilkan keuntungan yang lebih besar. Selain itu kesempatan untuk mendapatkan pinjaman juga menjadi terbatas. 3) Kualitas manajerial dan kualitas pekerjaan terbatas. Pemilik usaha belum tentu memiliki pengetahuan yang mendalam mengenai usaha yang dia jalankan. Di samping itu, keterbatasan kemampuan manajerial akan membuat perusahaan sulit untuk mendapatkan tenaga kerja yang baik. 4) Kelangsungan operasi perusahaan terbatas. Umur usaha sangat tergantung pada keadaan dan sikap pemiliknya. Pada saat dia berhalangan untuk mengelola perusahaan dengan sendirinya kelangsungan operasi perusahaan akan terhambat. Oleh karena itu, apabila perusahaan semakin berkembang ada kecenderungan bahwa pemilik akan mengubah bentuk usaha perusahaannya menjadi badan hukum lain. 2.

Perusahaan Perkongsian (CV, Firma, dan Partnership) Ciri utama dari perusahaan perkongsian adalah ukurannya kecil dan relatif dapat dijalankan oleh para pemiliknya. Salah satu dorongan penting untuk mengembangkan perkongsian adalah untuk menggabungkan sumber

"'

daya yang dimiliki oleh masing-masing pendirinya dan atau untuk melakukan usaha di bidang yang diminati bersama. CV, Firma maupun Patnership bukan merupakan badan hukum sehingga sifat pertanggungjawabannya hampir sama dengan perusahaan perseorangan. Hal yang berbadan hukum hanyalah Perseroan Terbatas, Yayasan, dan Koperasi. Perkongsian dapat dibedakan menjadi 2 bentuk, yaitu perkongsian umum dan perkongsian terbatas. a. Perkongsian umum adalah jenis usaha di mana setiap pemiliknya secara aktif turut menjalankan kegiatan usahanya dan sepenuhnya bertanggung jawab kepada utang dan tanggung jawab bersama. Apabila terjadi utang dan uang perusahaan belum mencukupi maka setiap pemilik berkewajiban untuk melunasi utang itu secara bersama-sama. b. Perkongsian terbatas adalah usaha milik beberapa orang, akan tetapi hanya beberapa saja dari para pemilik yang bertindak sebagai anggota yang menjalankan operasional bisnis. Anggota aktif adalah anggota perkongsian yang menjalankan kegiatan usaha dan sepenuhnya bertanggung jawab atas utang perusahaan. Anggota pasif adalah anggota yang tidak menjalankan kegiatan perusahaan sehari-hari dan umumnya bersifat membeli saham. Tanggung jawab anggota pasif hanya terbatas pada saham yang ditanamkannya. Walaupun secara hukum pengembangan usaha perkongsian tidak memerlukan suatu perjanjian yang dinotariskan, tetapi perjanjian resmi akan membuat perusahaan akan menjaga keharmonisan kegiatan usaha dan mengurangi risiko terjadinya perselisihan antara anggota. Ketika seseorang hendak menjalankan usaha bersama teman sejawatnya dalam bentuk perkongsian, terdapat hal- hal yang sebaiknya tercantum dalam perjanjian, antara lain sebagai berikut. a. Modal yang ditanamkan oleh masing-masing anggota. b. Gaji dan pembayaran anggota perkongsian yang aktif menjalankan usaha. c. Cara pembagian keuntungan di antara para pemilik perusahaan. d. Cara menentukan ganti rugi kepada anggota yang keluar dari usaha. Dalam pendirian perusahaan perkongsian maka pertimbangan keputusan juga perlu didasarkan pada kelebihan dan kekurangannya, yang dijelaskan sebagai berikut.

"(

a.

Kelebihan perusahaan perkongsian Beberapa kelebihan dari badan usaha berbentuk perusahaan perkongsian adalah sebagai berikut. 1) Pada umumnya hampir sama dengan kelebihan perusahaan perseorangan, yaitu mudah didirikan, modal usaha relatif sedikit dan pengelolaan usaha relatif lebih fleksibel dan lebih bebas. 2) Dalam beberapa aspek tertentu, perusahaan perkongsian lebih unggul dibandingkan perusahaan perseorangan, yaitu dalam hal lebih banyak modal yang dapat dikumpulkan. Dengan adanya beberapa anggota maka modal yang terkumpul dapat lebih banyak. Masing-masing anggota dapat menanamkan jumlah modal yang sama atau beda. Penambahan modal dari anggota dapat dipergunakan untuk memperluas skala usaha. 3) Lebih banyak keahlian diperoleh. Seperti telah dinyatakan di atas, perusahaan perkongsian umumnya didirikan oleh beberapa orang yang memiliki keahlian yang sama. Perkongsian akan menaikkan nilai mutu dari barang dan jasa yang mereka hasilkan. 4) Umur usaha lebih panjang. Dalam perusahaan perseorangan usaha dapat terhambat apabila pemilik berhalangan. Dalam perusahaan perkongsian masalah ini teratasi karena apabila ada anggota yang berhalangan maka anggota yang lain dapat menggantikan. b.

Kelemahan perusahaan perkongsian Perkongsian juga memiliki kelemahan, antara lain berikut ini. 1) Seperti perusahaan perseorangan, pada perusahaan perkongsian masih terdapat masalah tanggung jawab tanpa batas. Akan tetapi, hal ini hanya berlaku terhadap anggota aktif yang harus menanggung utang perusahaan baik dari harta perusahaan maupun dari harta pribadi. 2) Di samping itu, perusahaan perkongsian masih menghadapi masalah modal yang terbatas, tetapi tidak seburuk pada perusahaan perseorangan karena dengan anggota yang ada, perusahaan dapat bersama-sama mencari modal. 3) Kelemahan utama dari perusahaan perkongsian adalah terjadinya perselisihan dan kesalahpahaman di antara anggotanya. Perselisihan yang terjadi antara anggota dapat mempengaruhi kelancaran usaha perusahaan.

")

3.

Perusahaan Perseroan Terbatas Bentuk perusahaan ini yang mungkin paling banyak kita dengar. Perusahaan yang digolongkan pada Perseroan Terbatas adalah suatu unit kegiatan usaha yang didirikan sebagai suatu institusi badan hukum yang pendiriannya dilakukan melalui akta notaris, di mana suatu dokumen dikemukakan yang pada dasarnya mencantumkan tujuan pendirian, saham yang dikeluarkan, dan nama-nama pimpinan yang akan menjalankan usaha. Pemegang saham pada Perseroan Terbatas dianggap sebagai pemilik perusahaan, tetapi tidak ikut campur dalam menjalankan kegiatan usaha. Perusahaan Perseroan Terbatas dapat digolongkan ke dalam 2 jenis, yaitu sebagai berikut. a. Perseroan Terbatas Tertutup Perseroan Terbatas yang saham-sahamnya dijual secara pribadi, tidak melalui perantara di pasar modal (di Indonesia, misalnya Bursa Efek Jakarta atau Bursa Efek Surabaya). Pada umumnya saham akan dijual pada orang-orang yang telah dikenal. b. Perseroan Terbatas Terbuka Pada umumnya penjualan saham dilakukan melalui perantara di pasar modal. Beberapa contoh perusahaan terbuka, antara lain PT Astra International Tbk., PT Kalbe Farma Tbk. Anda dapat mengetahui lebih banyak dengan mengunjungi website pasar modal, antara lain www.jsx.co.id. Perbedaan perusahaan Perseroan Terbatas dengan jenis usaha lainnya adalah sebagai berikut. a. Pengelola perusahaan tidak sama dengan pemilik perusahaan. Ada kalanya pengelola perusahaan adalah seorang profesional yang dibayar untuk mengelola perusahaan dan sama sekali tidak memiliki kepemilikan dalam perusahaan. b. Adanya keterbatasan tanggung jawab terhadap utang. Tanggung jawab terhadap utang hanya sebatas pada nilai saham yang dimiliki. c. Adanya pemisahan antara harta perusahaan dan harta pribadi. Harta pribadi bukan merupakan harta perusahaan. d. Kepemilikan pada Perseroan Terbatas ditandai oleh kepemilikan surat saham yang dapat dibeli dari perusahaan itu langsung (pada Perseroan Terbatas yang tertutup) atau dibeli dari pasar modal (pada Perseroan Terbatas yang terbuka). Pada setiap waktu pemilik perusahaan dapat

"*

melepaskan kepemilikannya dengan menjual surat saham yang dimilikinya ke pasar. Adapun saham yang dikeluarkan oleh Perseroan Terbatas dapat dibagi menjadi 2, yaitu sebagai berikut. a. Saham Biasa, yaitu saham yang paling banyak jumlahnya dan pemilik modal akan memperoleh keuntungan dari pembagian dividen. Pendapatan yang berupa dividen ini akan diperoleh pemilik modal pada akhir tahun apabila perusahaan mendapatkan keuntungan. Besarnya dividen tergantung pada besarnya keuntungan yang diterima perusahaan. b. Saham Preferen, yaitu saham yang dividennya sudah ditetapkan ketika saham itu dijual. Pendapatan saham preferen sama dengan saham biasa, tetapi didahulukan dibandingkan pembayaran saham biasa. Selain itu pembayaran saham dividen bersifat kumulatif, artinya apabila pada tahun sekarang perusahaan tidak dapat membagikan dividen karena tidak mendapatkan keuntungan maka pemilik saham preferen dapat mengakumulasikan dividen tahun ini dengan dividen tahun berikutnya dan mengambil pembayaran dividen pada tahun berikutnya. Dalam perusahaan perseroan yang sangat besar, pemegang saham terdiri dari beberapa puluh bahkan ratusan orang yang tidak saling mengenal. Pengelolaan Perseroan Terbatas dilakukan dengan cara sebagai berikut. a. Rapat umum pemegang saham Rapat umum pemegang saham umumnya dilakukan setiap kali untuk mendengarkan perkembangan perusahaan. b. Dewan komisionaris Dewan komisionaris adalah orang-orang yang mewakili pemegang saham lainnya untuk menentukan kebijakan utama yang dilakukan oleh perusahaan. Umumnya yang merupakan dewan komisionaris adalah pemilik yang memiliki porsi saham terbesar dibandingkan pemilik lainnya. c. Manajemen perusahaan Pihak dalam kegiatan sehari–hari merupakan pihak yang mengurus usaha perusahaan.

"+

a. 1)

2)

3)

4)

Kelebihan Perseroan Terbatas Perseroan Terbatas juga memiliki kelebihan, antara lain berikut ini. Tanggung jawab terbatas Ini berarti pemegang saham hanya bertanggung jawab sebatas nilai saham yang dibayarkannya. Kerugian perusahaan dan utang perusahaan tidak perlu ditanggung oleh harta pribadi pemilik perusahaan. Apabila perusahaan ditutup, maka pemilik hanya perlu menanggung sebesar nilai saham yang dibeli. Saham perusahaan mudah ditunaikan Kepemilikan perusahaan yang ditandai oleh kepemilikan surat kepemilikan saham dapat dengan mudah dipindahtangankan. Pada setiap saat pemilik saham dapat melepas kepemilikannya dengan menjual surat ini di pasar. Lebih mudah memperoleh modal Perusahaan perseroan memiliki akses yang lebih besar dibandingkan perusahaan perorangan dan perusahaan perkongsian dalam mencari modal. Secara hukum Perseroan Terbatas diwajibkan menerbitkan laporan keuangan dari waktu ke waktu. Keberadaan laporan keuangan ini akan mempermudah akses untuk mendapatkan modal. Di samping itu, Perseroan Terbatas memiliki aset yang lebih banyak yang dapat digadaikan apabila membutuhkan modal. Pengelolaan yang lebih profesional. Pemilik tidak terlibat secara langsung untuk mengelola perusahaan. Pemilik hanya memilih dan menunjuk pemimpin perusahaan yang biasanya diambil dari golongan profesional dan tenaga ahli. Pengelolaan sumber daya manusia yang bermutu dapat meningkatkan efisiensi kegiatan usaha.

Perlu diketahui bahwa sebuah Perseroan Terbatas baru benar-benar memiliki kelebihan berupa tanggung jawab terbatas apabila telah diadakan RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) pertama kali yang kemudian hasil RUPS tersebut bersama akta pendirian dan surat lain yang diperlukan didaftarkan pada Departemen Kehakiman, kemudian diumumkan dalam Berita Negara. Sebelum hal tersebut terjadi, tanggung jawab tetap bersifat renteng (tak terbatas bagi mereka yang menandatangani akta pendirian).

" ,-

b.

Kelemahan Perseroan Terbatas Beberapa kelemahan dari badan usaha berbentuk Perseroan Terbatas, antara lain berikut ini. 1) Secara umum dapat dikatakan bahwa kebanyakan perusahaan yang berbentuk Perseroan Terbatas merupakan perusahaan besar baik ditinjau dari sudut pemodalan dan penjualan dan jumlah pekerja serta kapasitas produksi. Perusahaan yang relatif lebih kecil lebih menyukai badan usaha yang lebih sederhana. 2) Pendiriannya lebih sulit. Mendirikan perusahaan berbentuk Perseroan Terbatas jauh lebih sulit dibandingkan mendirikan 2 jenis badan usaha sebelumnya. Terdapat beberapa persyaratan hukum yang harus dipenuhi. Anggaran dasar dan anggaran rumah tangganya lebih rumit dan perlu diaktenotariskan atau disahkan secara hukum. 3) Peraturan yang harus dipenuhi lebih banyak. Sepanjang masa kegiatan perusahaan terdapat berbagai peraturan dan undang-undang yang harus dipenuhi. 4) Sukar merahasiakan kegiatan perusahaan. Dengan berbagai peraturan yang harus dipenuhi secara periodik maka perusahaan harus membuka data-data ini. B. BADAN-BADAN USAHA LAINNYA Terdapat beberapa bentuk badan usaha lain selain yang disebutkan sebelumnya, antara lain sebagai berikut. 1.

Badan Usaha Milik Negara Di Indonesia, badan usaha ini cukup penting peranannya. Walaupun beberapa Badan Usaha Milik Negara sudah dialihkan menjadi Perseroan Terbatas, tetapi tidak ada salahnya kalau kita bahas kembali bentuk dasar BUMN yang ada di Indonesia. a.

Perusahaan Jawatan atau Perjan Tergolong perusahaan jawatan adalah perusahaan negara yang dikelola oleh departemen tertentu. Pegawai-pegawai pada perusahaan jawatan adalah pegawai negeri. Tujuan dari perusahaan jawatan adalah untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Saat ini hampir seluruh Perjan telah berubah

" ,,

statusnya menjadi perseroan, misalnya PJKA (Perusahaan Jawatan Kereta Api). b.

Perusahaan Umum atau Perum Termasuk dari Perum adalah perusahaan milik negara yang memberikan layanan kepada masyarakat. Perbedaan dengan Perjan adalah dikarenakan fungsi pelayanannya tidak terlalu vital maka diharapkan perusahaan umum dapat beroperasi tanpa subsidi pemerintah. Bahkan diharapkan perusahaan jenis ini dapat memperoleh keuntungan dan memberikan sumbangan pendapatan kepada negara. c.

Perusahaan Perseroan Terbatas Milik Negara Sebagian perusahaan negara kini telah dibuat dalam bentuk Perseroan Terbatas. Saham dari Perseroan Terbatas ini sebagian dimiliki oleh pemerintah dan sebagian lagi dimiliki oleh swasta. Sebagai implikasi dari kepemilikan saham oleh pemerintah, umumnya dewan komisaris akan dipilih oleh pemerintah sebagai pemegang saham terbesar. Pegawai perusahaan lainnya akan ditentukan secara internal oleh perusahaan. 2.

Koperasi Koperasi merupakan badan usaha yang tujuan utamanya bukan sekadar untuk mencari keuntungan, tetapi juga untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya. Koperasi merupakan kegiatan usaha yang didirikan oleh sekumpulan orang atau sekumpulan perusahaan untuk menjaga kepentingan bersama. Selain itu, koperasi juga merupakan badan hukum. a.

Ciri –Ciri Koperasi Berdasarkan ketentuan dalam undang-undang koperasi, pendirian koperasi baru dapat dilakukan apabila terdapat paling sedikit 20 orang peserta yang bersepakat untuk mendirikan koperasi. Setelah terdapat kesepakatan tersebut, perlu dilakukan pertemuan untuk menentukan anggaran dasar koperasi dan mempersiapkan akte pendiriannya. Hasil pe...


Similar Free PDFs